kemarin sehabis shalat jumat kembali lagi ke uni untuk iseng2 belajar cari suasana berbeda. Hari itu tempat yang menjadi pilihan adalah Lichthof, ruangan besar megah di tengah2 gedung utama dengan atap tembus cahaya. biasanya mencari tempat di lantai dasar lichthof, tapi hari itu lantai dasar lichthof dipakai untuk acara. maka akhirnya ke lantai dua, masih di lichthof juga dan dari sana bisa melihat ke lanatai dasar.
Hampir satu jam baca, akhirnya tergoda juga ingin melihat acara yang berlangsung di lantai dasar. ternyata acara itu adalah acara alumni dan ke lulusan anak2 fakultas 5 yang di sponsori oleh thyssenkrupp, perusahaan yang yang concern di bidang Produksi baja, barang2 industri, penelitian dan perkembangan teknologi. sebuah kerjasama yang hebat antra TUB dan thyssenkrupp, karena kedua nya memang saling membutuhakan dan di untungkan. Anak2 yang baru lulus butuh lapangan pekerjaan dan thyssenkrupp butuh tenaga kerja yang berkualitas.
Anak2 yang lulus di panggil namanya satu persatu, Mathias vekehrswessen, Torsten psikologie dll, kira2 begitu mereka di panggil. Tentunya terbayang waktu itu nama ini juga akan disebut nantinya, D..M... Nachritentechnik, Amien. Mereka di berikan satu tangkai bunga dan selembar ijasah tidak berbingkai tidak terhias layaknya ijasah sekolah tinggi pada umumnya. Mereka Juga tidak menggunakan toga atau baju resmi akademis semacamnya, bahkan ada yang hanya menggunakan kemeja biasa. Jumlah mereka juga tidak banyak, mungkin hanya sekitar tiga puluh.
Kalo melihat dari ijasah mereka yang seperti itu, apakah berearti bagi universitas disini bahwa ijasah sebenarnya bukanlah tujuan akhir kuliah? mungkin juga. Dan Jika memperhatikan jumlah mereka yang sedikit, apakah berarti bahwa untuk lulus itu tidak mudah? bisa jadi.
Hampir diakhir acara, salah satu perwakilan dari yang lulus maju kedepan untuk menyampaikan beberapa kata. Dalam kata2nya dia mengenang bagaimana pertamakali dia masuk gedung utama TUB, berbagai kebingungan kuliah, memesan menu ikan di Mensa, daftar ujian di Prüfungsamt dll. kalo tidak salah juga, dia bilang bahwa semua itu memang berat, tapi dia lalui dengan kerja keras dan sabar.
Minggu depan ujian, minggu depannya lagi dan bulan depan lagi ujian. Kerja keras dan sabar. Doain! Amien.